IMAM FIRDAUS BLOG

Blog Tempat Kita Belajar, Berbagi, dan Bermain

Back to Top
Kebudayaan Suku Dani di Papua

Kebudayaan Suku Dani di Papua

Assalamu’alaikum. Sebagai orang indonesia, tentunya banyak yang belum kita ketahui tentang kebudayaan suku-suku di indonesia, di kesempatan kali ini kita akan mengenal lebih dekat Suku Dani yang ada di Papua, yang merupakan salah satu suku yang sampai saat ini masih ada dan terus menjalani aktivitas sebagaimana mestinya, seperti yang kita tahu bahwa banyak sekali budaya suku-suku di indonesia ini yang memiliki budaya mengerikan, mendebarkan, menyenangkan dll. πŸ˜€ . ( maka dari itu kita perlu untuk mengenal lebih jauh berbagai macam suku di indonesia ini ).

Suku Dani adalah salah satu suku di indonesia yang berada di Lembah Baliem, suku Dani yang di di kenal beratus tahun lalu sebagai suku petani yang memiliki reputasi tinggi dalam pertanian, dengan menggunakan alat-alat yang cenderung primitif seperti kapak dari batu, pisau dari tulang binatang dan tombak yang terbuat dari kayu.

Bahasa yang di gunakan suku Dani ada 3 bahasa yaitu :

  • Sub keluarga Wano di Bokondini.
  • Sub keluarga Dani Pusat yang terdri atas logat Dani Barat dan logat lembah Besar Dugawa.
  • Sub keluarga Nggalik & ndash

Suku Dani memiliki kepercayaan yang kuat dalam hal roh kebudayaan nenek moyang suku tersebut, dan juga upacara pesta babi yang di selenggarakan suku Dani, yang menurut kepercayaan suku dani tentang Atou yang merupakan kekuatan yang di percaya oleh suku Dani sebagai kekuatan yang diturunkan oleh roh nenek moyang suku Dani, Atou di percaya suku Dapat memberikan berbagai macam kekuatan yaitu, kekuatan menjaga kebun, Menolak balak dan menyembuhkan penyakit, Kekuatan menyuburkan tanah terutama tanah pertanian.

Ada beberapa kebudayaan Suku Dani yang sangat berbeda dengan kita, seperti pernikahan, kematian, adat istiadat, potong jari ( hi…. takut πŸ™ ), dan lain-lain,

Dalam budaya pernikahan suku Dani, Pernikahan penduduk suku Dani bersifat poligami diantaranya poligini dan sejenisnya. Keluarga batih ini tinggal di satu-satuan tempat tinggal yang disebut silimo. Sebuah desa Dani terdiri dari 3 sampai 4 slimo yang dihuni 8 sampai 10 keluarga. Menurut mitologi suku Dani berasal dari keuturunan sepasang suami istri yang menghuni suatu danau di sekitar kampung Maina di Lembah Baliem Selatan. Mereka mempunyai anak bernama Woita dan Waro. Orang Dani dilarang menikah dengan kerabat suku Moety sehingga perkawinannya berprinsip eksogami Moety.

Kesenian dan Pendidikan suku Dani, Seni kerajinan suku Dani adalah anyaman kantong jaring penutup kepala dan pengikat kapak, orang penghuni suku Dani juga memiliki berbagai peralatan yang terbuat dari bata, peralatan tersebut antara lain : Moliage, Valuk, Sege, Wim, Kurok, dan Panah sege. Sedangkan dalam segi Pendidikan seperti halnya suku Dani, pada segi umum tingkat pendidikan (formal) sangat rendah dan kesadaran untuk menimba ilmunya juga sangat kurang. akan tetapi, sejak masa reformasi beberapa belas tahun yang lalu suku Dani sudah banyak yang menuntut ilmu ke luar daerahnya. Salah satunya adalah Meri Tabuni. Sebagian mereka belum bisa membaca dan menulis.

Untuk segi mata pencaharian suku Dani adalah dalam hal pertanian terutama ubi manis yang menjadi kebutuhan utama suku Dani selain itu tanaman lain adalah tembakau, pisang, tebu, dll. Kebun-kebun milik suku Dani ada tiga jenis, yaitu:

  • Kebun-kebun di daerah rendah dan datar yang diusahakan secara menetap
  • Kebun-kebun di lereng gunung
  • Kebun-kebun yang berada di antara dua uma.

Suku Dani juga beternak babi, kegunaan babi bagi suku dani adalah

Bagi suku Dani, babi berguna untuk, dimakan dagingnya, darahnya dipakai dalam upacara magis tertentu, tulang-tulang dan ekornya untuk hiasan, tulang rusuknya digunakan untuk pisau pengupas ubi, sebagai alat pertukaran/barter, menciptakan perdamaian bila ada perselisihan.

Rumah adat suku Dani adalah Honai, rumah adat suku Dani ukurannya tergolong mungil, bentuknya bundar, berdinding kayu dan beratap jerami. Namun, ada pula rumah yang bentuknya persegi panjang. Rumah jenis ini namanya Ebe’ai (Honai Perempuan). Honai sangatlah mungil tinggi dari tanah k eatas hanya kisaran satu meter sehingga kita tidak bisa dengan mudah berdiri di dalam honai, di dalam honai hanya ada perapian kecil di tengah-tengah.

Kebudayaan Suku Dani di Papua

sumber gambar : http://mabesirlack.blogspot.co.id/2012/06/adat-dan-budaya-suku-dani.html

Adapun Filosofi bangunan Honai, yang kenapa bentuknya bulat melingkar ? :

  • Dengan kesatuan dan persatuan yang paling tinggi kita mempertahankan budaya yang telah diperthankan oleh nene moyang kita dari dulu hingga saat ini.
  • Dengan tinggal dalam satu honai maka kita sehati, sepikiran dan satu tujuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
  • Honai merupakan simbol dari kepribadian.

Adat budaya Suku Dani untuk menghormati nenek moyanngnya, adalah Suku Dani membuat lambang nenek moyang yang disebut Kaneka. Selain itu, juga adanya Kaneka Hagasir yaitu sebuah upacara keagamaan untuk mengsejahterakan keluarga masyarakat serta untuk mengawali dan mengakhiri perang, ini adalah merupakan salah satu tradisi suku Dani yang unik πŸ˜€ .

Tradisi Potong jari suku dani

sumber gambar : http://3.bp.blogspot.com/-SwOuhtrf-Ik/UVANw9RV1tI/AAAAAAAAAPo/PNYcwP0E1LM/s1600/memotong-jari.jpg

Tradisi Potong Jari suku Dani πŸ™ ( ngeriiiiiiiiiiiiiiiii…. !! ) , Tradisi Potong jari dilakukan apabila ada anggota keluarga yang meninggal, ereka beranggapan bahwa memotong jari adalah symbol dari sakit dan pedih nya seseorang yang kehilangan anggota keluarganya. Pemotongan jari juga dapat diartikan sebagai upaya untuk mencegah β€˜terulang kembali lagi’ malapetaka yangg telah merenggut nyawa seseorang di dalam keluarga yangg berduka, tradisi ini bagi saya adalah budaya yang sangat mengerikan πŸ˜€ , bagaimana pendapat anda sobat ? πŸ˜€ . untungnya akhir-akhir ini tradisi potong jari sudah jarang dilakukan, ini mungkin di karena kan, pengaruh agama yang masuk dalam papua bagian tengah, namun tradisi ini benar-benar ada, kita masih bisa menemukan laki-laki dan perempuan tua dengan kondisi jari terpotong karena tradisi tersebut, selain itu ada tradisi lain yaitu Mandi Lumpur,Mandi lumpur dilakukan oleh anggota atau kelompok dalam jangka tempo tertentu, Mandi lumpur mempunyai arti bahwa setiap orang yang meninggal dunia telah kembali ke alam. Oke sampai di sini ya πŸ˜€ semoga bermanfaat, jangan lupa untuk terus belajar dan membaca supaya kita dapat mengetahui hal-hal yang belum kita ketahui. Wassalam πŸ˜€ . sumber refrensi : wikipedia

About the author

ACHMAD. Rudy Firdaus

Administrator

Siapa saya? Saya pendiri Imam Firdaus Blog hanyalah seseorang yang Hobi dalam aktivitas Nge Blog, dan juga hobi otak-atik Website, walaupun tidak jelas tapi saya ingin menjadi seseorang yang bermanfaat :D .

2 Comments

  1. Agung gunawan berkata:

    menarik mas firdaus, menambah wawasan saya dalam mengenal bermacam-macam suku di indonesia ini terima kasiih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

You might also reading...

Creation-01 New Hero Castle Clash

Creation-01 Pahlawan Hero Terbaru Castle Clash

Read More