IMAM FIRDAUS BLOG

Blog Tempat Kita Belajar, Berbagi, dan Bermain

Back to Top
Keistimewaan Surat Al-Ikhlas beserta Penjelasan Lengkap

Keistimewaan Surat Al-Ikhlas beserta Penjelasan Lengkap

Assalamu’alaikum. Apa kabar sobat-sobat muslim ? semoga teman-teman semua selalu diberi Rahmat dan Hidayah oleh Allah SWT, Aamiin.

Keistimewaan Surat Al-ikhlas beserta Penjelasan Lengkap, Kesempatan kali ini saya ingin sekali membahas tentang Surat Al-Ikhlas, yang merupakan salah satu surat pendek dalam Al-Qur’an, dan tentunya insyaallah teman-teman baca berulang-ulang setiap hari.

Oke mungkin sobat sudah tidak asing lagi dengan surat Al-Ikhlas, bahkan mungkin sudah menjadi bacaan rutin sehari-hari, entah dalam tahlil, sholat, dll.

Akan tetapi perlu teman-teman ketahui bahwa, surat Al-ikhlas memiliki beberapa keistimewaan tersendiri.

Saya akan membagi pos ini dengan beberapa bagian :

  1. Bacaan surat Al-ikhlas, beserta terjemahaan nya
  2. Kisah Kisah tentang surat Al-ikhlas
  3. Kandungan
  4. Keutamaan surat Al Ikhlas
  5. Keutamaan Surah Al ikhlas ( ijazah umum )
  6. Khasiat surat Al ikhlas
  7. Tafsir surat Al-Ikhlas
  8. Hal yang harus teman-teman perhatikan tentang surat Al-Ikhlas !

Sebelum berbicara lebih mendalam tentang surat Al-ikhlas, alangkah baiknya saya memasukkan bacaan surat Al-ikhlas dalam pos kali ini :

Berikut bacaan surat Al-ikhlas, beserta terjemahaan nya :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤

Bacaan dalam latin :

Qul huwa allaahu ahad(un), allaahu alshshamad(u), lam yalid walam yuulad(u), walam yakullahu kufuwan ahad(un).

Artinya :

  1. Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
  2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
  3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
  4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

Jangan lupa dibaca dulu ya teman-teman 😀 !

Mungkin selama ini teman-teman sudah mendengar bahwa surat Al-Ikhlas setara dengan 1/3 Al-Qur’an.

Itu memang benar sekali, tapi tidak boleh di anggap remeh lo ya 😀 .

Nah yang jadi pokok pembahasan kali ini adalah :

Apa saja manfaat dari membaca surat Al-Ikhlas?

dan

Kenapa Surat Al-Ikhlas setara dengan 1/3 Al-Qur’an?

Teman-teman mungkin bertanya tanya, bukan?

Baiklah, mari kita bahas melalui kisah-kisah terdahulu, yang isnyaallah bisa membuat teman-teman umat muslim lebih meningkatkan amal baik, dan membuang jauh jauh amal buruk. 😀

Mari baca kisah ini !, kisah kisah yang menjelaskan bahwa surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur’an.

Kisah masa lalu ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. Pada suatu pagi Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik r.a. melihat sebuah hal yang aneh, Beliau dan sahabatnya menjumpai matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya, tidak seperti biasanya.

Tak lama kemudian Rasulullah SAW di hampiri oleh Malaikat Jibril.

Kemudian Rasulullah SAW bertanya kepada Malaikat Jibril :

“Wahai Jibril, kenapa Matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Padahal tidak mendung?”

Jawab Malaikat Jibril :

“Ya Rasulullah, Matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya.”

Rasulullah SAW bertanya lagi :

“Wahai Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini?”

Malaikat Jibril menjawab :

“Ya Rasulullah, 70 ribu Malaikat.” jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi :

“Apa gerangan yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari?”

Malaikat Jibril menjawab :

“Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu Malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu.”

Rasulullah SAW bertanya lagi :

“Siapakah dia, wahai Jibril?”

Malaikat Jibril Menjawab :

“Dialah Muawiyah…!!!” jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi :

“Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?”

Malaikat Jibril menjawab :

“Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al-Ikhlas.”

Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya :

“Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut.”

Kemudian dalam kisah lain :

Rasulullah SAW bersabda :

”Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur’an dalam semalam?”

Mereka menjawab :

“Bagaimana mungkin kami bisa membaca sepertigai Al-Qur’an?”

Lalu Nabi SAW bersabda :

“Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an.”

(H.R. Muslim no. 1922)

Kisah yang lain :

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa seorang laki-laki mendengar seseorang yang membaca surat: “QUL HUWALLAHU AHAD.” dan orang itu selalu mengulang-ngulangnya.

Di pagi harinya, maka laki-laki itu pun segera menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengadukan mengenai seseorang yang ia dengar semalam membaca surat yang sepertinya ia menganggap sangat sedikit.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat itu benar-benar menyamai sepertiga Al Qur`an.” (HR.Bukhari|Shahih|Kitab:Keutamaan Al-Quran|No:4627)

—–

Kandungan

Keistimewaan Surat Al-Ikhlas beserta Penjelasan Lengkap

Kandungan Surat Al-Ikhlas yang perlu sobat ketahui :

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, Dan tiada seorangpun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

Dalam ayat pertama:

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (tunggal).”

Para pembaca yang mulia, dalam ayat pertama Allah subhanahu wata’ala menegaskan bahwa dirinya memiliki nama Al Ahad yang mengandung sifat ahadiyyah yang bermakna esa atau tunggal. Dia-lah esa dalam segala nama-nama-Nya yang mulia dan esa pula dalam seluruh sifat-sifat-Nya yang sempurna. Dia-lah esa, tiada siapa pun yang semisal dan serupa dengan keagungan dan kemulian Allah subhanahu wata’ala.

Kalau kita memperhatikan penciptaan alam semesta ini dari bumi, langit, matahari, bulan, lautan, gunung-gunung, bukit-bukit, iklim/suhu dan seluruh makhluk yang di alam ini, semuanya tertata rapi dan serasi menunjukkan bahwa pencipta, pengatur, dan penguasa alam semesta ini adalah esa yaitu Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):

“Dia-lah Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak akan melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat ada sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak akan menemukan sesuatu yang cacat” (QS:Al Mulk: 2-3)

Dan juga firman-Nya (artinya):

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS:Al Baqarah: 164)

Fitrah manusia yang suci pasti dalam hatinya akan menyakini keesaan Allah subhanahu wata’ala.

Sebagaimana perkataan penyair:

Dan pada segala sesuatu terdapat tanda-tanda bagi-Nya

Yang semua itu menunjukkan bahwa Allah adalah Esa.

Kalau sekiranya yang menguasai dan mengatur bumi dan langit serta seluruh alam ini lebih dari satu niscaya bumi dan langit serta alam ini akan hancur berantakan. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):

“Sekiranya ada di langit dan di bumi pengatur dan pencipta selain Allah tentulah keduanya telah rusak dan binasa.” (QS:Al-Anbiya: 22)

Demikian pula Allah subhanahu wata’ala adalah esa dalam peribadahan. Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah subhanahu wata’ala dan sesembahan-sesembahan selain Allah subhanahu wata’ala itu adalah batil.

Sehingga termasuk kandungan dari ayat pertama, yaitu bahwa Allah subhanahu wata’ala adalah esa (tunggal) dalam penciptaan, pengaturan dan pengusaan alam semesta ini, maka seharusnya Dia-lah Allah subhanahu wata’ala pula adalah esa (tunggal) dalam peribadahan. Sebagaimana Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):

“Hai manusia, sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa, (karena) Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untuk kalian; Karena itu janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahuinya.” (QS:Al Baqarah: 21-22)

Bahkan sesungguhnya kitab suci Al-Qur’an dan semua risalah yang dibawa oleh para Nabi tidaklah datang melainkan dalam rangka menjelaskan tentang keesaan Allah subhanahu wata’ala yaitu bahwa tidak ada yang berhak didibadahi kecuali Allah subhanahu wata’ala semata. Sebagaimana firman-Nya:

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Aku, maka sembahlah kamu sekalian kepada-Ku”. (QS:Al-Anbiya’: 25)

Dalam ayat yang kedua Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Allah adalah (Rabb) yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.”

Dalam ayat ini Allah subhanahu wata’ala mengkhabarkan kepada kita salah satu nama-Nya pula adalah Ash Shomad. Yang mengandung makna bahwa Dia-lah Rabb satu-satunya tempat bergantung dari seluruh makhluk. Dia-lah yang memenuhi seluruh kebutuhan makhluk-Nya. Karena Dia-lah Yang Maha Kaya dengan kekayaan yang tiada batas dan Dia pula Yang Maha Kuasa dengan kekuasaan yang tiada tara. Tidak ada yang bisa mendatangkan manfaat dan menolak mudharat kecuali hanya Allah subhanahu wata’ala semata. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):

“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya …” (QS:Yunus: 107)

Rasulllah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah.” (HR.Bukhari)

Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya menegaskan bahwa makhluk itu lemah dan tidak punya daya dan kekuatan. Oleh karena itulah Allah subhanahu wata’ala sebagai tempat satu-satunya untuk bergantung dari seluruh makhluknya.

Lalu pantaskah seorang hamba bergantung kepada selain Allah subhanahu wata’ala? Atau berdo’a, meminta pertolongan, meminta barokah, mempersembahkan sesembelihan kepada selain Allah subhanahu wata’ala. Pantaskan seorang hamba menyembelih sesembelihan diperuntukan sang penunggu pohon, gunung, laut, kuburan atau selainnya.

Tentu hal itu sangat tidak pantas, karena Allah subhanahu wata’ala adalah Al Ahad yang maha esa dalam penciptaan dan pengaturan, Dia-lah pula yang maha esa dalam peribadahan. Dan Dia subhanahu wata’ala juga adalah Ash Shomad, tempat satu-satuya bergantung dari seluruh makhluk-Nya, sehingga Dia-lah pula yang berhak untuk diibadahi semata.

Dalam ayat ketiga Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan.”

Ayat ini menunjukkan akan kesempurnaan Allah subhanahu wata’ala, Dia tidak memiliki anak dan tidak pula diperanakkan serta Dia pun tidak meliki istri. Sehingga Dia-lah esa dalam segala sifat-sifat-Nya yang tiada setara dengan-Nya. Allah subhanahu wata’ala menegaskan dalam firman-Nya:

“Dia pencipta langit dan bumi, Maka bagaimana mungkin Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala sesuatu.” (QS:Al-An’am: 101)

Sehingga tidak benar perkataan Yahudi bahwa Uzair adalah anak Allah subhanahu wata’ala, tidak bernar pula perkataan Nasrani bahwa Isa adalah Allah subhanahu wata’ala ataupun keyakinan trinitas, tidak benar pula perkataan orang-orang musyrikin Quraisy bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah. Subhanallah (Maha Suci Allah) dari apa yang mereka katakan.

Dalam ayat terakhir, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan tiada seorangpun yang setara dengan-Nya.”

Allah subhanahu wata’ala menutup surat Al Ikhlash ini dengan penegasan bahwa tidak ada yang siapa pun yang setara dan serupa dengan sifat-sifat Allah yang maha mulia dan sempurna. Sebagaimana juga ditegaskan dalam ayat-ayat lainnya, diantaranya;

Dan Katakanlah: “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS:Al Isra’: 111)


Keutamaan surat Al Ikhlas

Di antara keutamaan surat Al-Ikhlash, yang perlu teman-teman ketahui adalah sebagai berikut:

Keistimewaan Surat Al-Ikhlas beserta Penjelasan Lengkap1

sumber gambar : http://inspirably.com/uploads/user/29376-ya-allah-jadikanlah-kuburan-kami-sebagai-satu-taman-dari-taman-taman.png

1. Mendapatkan kecintaan Allah subhanahu wata’ala

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutus seorang shahabat dalam sebuah pertempuran. Lalu dia mengimami sholat dan selalu membaca surat Al Ikhlas. Tatkala mereka kembali dari pertempuran mereka adukan hal tersebut kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda: “Tanyakan kepadanya apa yang melatarbelakangi dia berbuat seperti itu, merekapun menanyakannya. Lalu Dia pun menjawab:

‘Tolong tanyailah dia, mengapa dia berbuat sedemikian? ‘ Mereka pun menanyainya, dan sahabat tadi menjawab, ‘Sebab surat itu adalah menggambarkan sifat Arrahman, dan aku sedemikian menyukai membacanya.’ Spontan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah menyukainya (HR.Bukhari| Shahih| Kitab: Tauhid| No:6827)

2. Mendapatkan Jannah

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: “Aku pernah bersama Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dan disaat itu beliau mendengar seseorang membaca:

Lalu beliau bersabda: “Dia telah mendapatkan”, Abu Hurairah bertanya: “Mendapatkan apa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Al Jannah (surga).” (HR. At Tirmidzi)

Dalam hadits yang lain beliau bersabda: “Kecintaanmu terhadap surat Al Ikhlas memasukkanmu ke dalam al jannah.” (HR. Bukhari)

3. Do’a yang tidak tertolak

Dari Buraidah bin Khusaib radhiallahu ‘anhu, beiau berkata: “Aku pernah masuk masjid bersama Nabi, tiba-tiba ada seorang shahabat shalat dan membaca dalam do’anya:

Lalu beliau bersabda: “Demi jiwaku yang ada ditangan-Nya. Sungguh dia telah meminta dengan nama-Nya yang mulia, yang jika ia meminta dengan nama tersebut, Allah akan memberinya dan jika dia berdo’a dengannya, diterima.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Keutamaan Surah Al ikhlas ( ijazah umum )

Mengingat Surat ini mengandung akidah yang sangat mendasar, maka keutamaannya cukup banyak. Antara lain sebagai berikut :

1. Abu Sa’id Al-Khanafi menerangkan : Surah ini dinamakan Surah Al-Ikhlas, artinya bersih atau lepas, maka barangsiapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang  ikhlas maka ia akan dilepaskan kesusahan-kesusahan duniawi, di mudahkan di dalam gelombang sakaratul maut, dihindarkan dari kegelapan kubur dan kengerian hari kiamat.

2. Ibnu Syubah Al-Zukhri menerangkan : Rasulullah saw bersabda :”Siapa membaca Suratul Ikhlas seolah-olah ia membaca sepertiga Qur’an.”

3. Riwayat dari Sayyidinaa ‘Ali r.a. : Siapa membaca Suratul Ikhlash sebanyak 11 kali sesudah sembahyang subuh, maka syaitan tidak akan dapat menggodanya untuk memperbuat dosa, meskipun syaitan itu sungguh-sungguh hendak menggodanya pada hari itu.

4. Syyidina ‘Aisyah menerangkan : Dari nabi Muhammad saw : “Siapa membaca sesudah selesai sembahyang Jum’at, surat Al-Fatehah 7x, surah Al Ikhlash 7x, Surah Al Falaq 7x, dan surah An-Naas 7x, maka Tuhan akan melindunginya dari kejahatan sampai kehari Jum’at yang akan datang.

5. Dari Syyidina ‘Ali r.a. dari Rasulullah : Siapa hendak pergi musafir, kemudian ketika ia hendak meninggalkan rumahnya, ia membaca surat Ikhlas 11x, maka Tuhan memelihara rumahnya sampai ia kembali.

6. Sayyidina Anas menerangkan dari Rasulullah saw. : “Siapa membaca Suratul Ikhlas 30x, maka Tuhan akan menulis barokah, selamat dari api neraka dan aman dari azab pada hari kiamat.”

membaca surat al ikhlas itu adalah juga merupakan kecintaan kita kepada al qur’an.

Cinta kepada al qur’an sama halnya mencintai sunah allah. Pernah seorang sahabat nabi, datang kepada beliau menceritakan bahwa dia selalu memperbanyak membaca surat al ikhlas didalam shalat karena kecintaannya. Lalu beliau bersabda kepada sahabatnya itu, “kecintaanmu pada surat al ikhlas itu dapat memasukanmu kesorga.

Hadis riwayat Anas bin Malik, menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas satu kali, seolah-olah dia membaca sepertiga Quran. Barangsiapa membacanya dua kali, seolah-olah dia membaca dua pertiga Quran. Barangsiapa membacanya tiga kali, seolah-olah dia membaca Quran seluruhnya. Dan barangsiapa membacanya sepuluh kali, dibina Allah untuknya sebuah rumah dalam surga terbikin dari permata ya’kut yang berwarna merah.”

Sabda Rasulullah Saw yang maksudnya : “Hai Aisyah, engkau jangan tidur dulu sebelum engkau kerjakan empat perkara : 1. Khatamkan Al-Quran, 2. Jadikan semua Nabi membelamu nanti pada hari kiamat, 3. Jadikan semua orang mukmin rela kepadamu, dan 4. Kerjakan Haji dan Umrah.” Kemudian Rasulullah pun shalat, sedangkan Aisyah tinggal ditempat tidur. Selesai Shalat, Aisyah pun berkata : “Rasulullah, tebusanmu ibu dan ayahku, Rasulullah suruh saya mengerjakan empat perkara yang saya tidak sanggup melakukannya pada waktu ini.” Beliau tersenyum, seraya bersabda : ” Apabila engkau membaca Qul Huwallahu Ahad (tiga kali), maka seolah-olah engkau telah mengkhatamkan Al-Quran. Jika engkau membaca shalawat kepadaku dan kepada semua Nabi sebelumku, maka kami nanti akan mensyafaatkanmu pada hari kiamat. Dan apabila engkau meminta ampunkan orang-orang mukmin, maka tentu semua mereka nanti akan rela kepadamu. Dan apabila engkau membaca “Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillallah, Wallahu Akbar, maka sesungguhnya engkau berarti telah mengerjakan Haji dan Umrah.”

Khasiat surat Al ikhlas
Adapun khasiat-khasiat yang terkandung di dalamnya banyak sekali,diantaranya:

1. Untuk mencapai yang dimaksud.

Caranya:bacalah surat al ikhlas 1.000 kali pada waktu antara shalat maghrib dengan isya, setelah selesai, mintalah kepada allah segala yang dimaksud. Insya allah, allah akan mengabulkan semua yang dimaksud.

2. Menghindarkan dari semua bala bencana.

Caranya:sama dengan di atas, bacalah surat al ikhlas ini 1.000 kali pada waktu antara shalat maghrib dan isya. Berkat dari bacaan ini, insya allah semua bala bencana akan terhindar.

3. Selamat dari para orang yang rakus.

Caranya:

a. Bacalah lafal “YA SHAMADU” 134 kali secara beruntun dan terus menerus dijadikan sebagai amalan sehari-hari. Insya allah, akan selamatlah kita dari maksud jahat para orang yang rakus lagi aniaya.

b. Bacalah lafal “ya shamadu” 40 kali setiap hari. Insya allah selama hayat masih dikandung badan kita selalu selamat dari maksud jahat orang-orang yang rakus.

4. Terhindar dari rasa lapar dan dahaga.

Caranya:seandainya kita berada diperjalanan atau ditempat yang jauh dari keramaian dan sukar dapat air atau makanan, maka bacalah “ya shamadu” sebanyak-banyaknya. Insya allah rasa payah, letih, dahaga dan lapar akan sirna dengan sendirinya, sehingga badan kuat untuk meneruskan tujuan.

5. Terhindar dari fitnah dan siksa kubur.

Caranya:bacalah surat al ikhlas pada orang yang sedang sakit. Seandainya orang sakit itu meninggal pada hari itu juga, maka insya allah dia akan diselamatkan dari segala fitnah kubur.

6. Mendapatkan kebaikan didunia dan akhirat.

Caranya:bacalah surat al ikhlas setiap hari sebagai amalan sehari-hari. Insya allah berkat surat al ikhlas yang kita baca itu kita akan mendapatkan kebaikan didunia dan akhirat.

7. Untuk mendapatkan kebaikan d dunia dan di akhirat: Caranya, bacalah surah Al Ikhlas setiap hari sebagai amalan sehari-harinya. Insya Allah berkat surah Al Ikhlas yang kita baca itu kita akan mendapat kebaikan di dunia dan akhirat.

8. Untuk mencapai segala yang dimaksud. Caranya: Bacalah surah Al Ikhlas 1,000 kali pada waktu antara solat maghrib dan Isyak. Setelah selesai membaca berdoalah kepada Allah minta apa yang dihajati. Insya Allah Tuhan akan mengabulkan semua yang dimaksud atau hajati.

9. Aisyah ra berkata: Apabila Rasulullah saw mengadu atau merasa sakit pada bahagian badan, baginda membaca ayat-ayat berikut pada tapak tangannya yang kanan, kemudian menyapukan untuk menyembuhkan di tempat yang beliau rasakan sakit itu: 1. Qul Hu Wallahhu Ahad 2. Qul ‘Auzubirabbil falaq 3. Qul a’uzubirabbinnas

10. Jangan lupa mengawal diri sewaktu berada di tempat tidur. Aisyah ra, mengtakan bahawa apabila Nabi saw berada di tempat tidurnya pada setiap malam, baginda menggengam kedua tangannya sambil membaca ayat-ayat di bawah ini, dan kemudian menghembus kedua-dua tangannya itu. 1. Qul Hu Wallahhu Ahad 2. Qul ‘Auzubirabbil falaq 3. Qul a’uzubirabbinnas Setelah selesai membaca dan menghembusnya, baginda menyapu dengan kedua-dua belah tangannya ke seluruh tubuhnya sekadar mungkin, dengan memulakannnya dari atas kepala, muka dan jasadnya yang biasa kelihatan. baginda melakukan sebanyak 3 kali.

11. Membuka pintu rejeki, Pada suatu hari seorang laki-laki melaporkan halnya kepada Rasulullah Saw tentang kesusahan hidup yang dideritanya. Ia mohon supaya diajarkan amalan singkat untuk menghilangkan kesempitan hidup itu. Maka Rasulullah Saw menyuruhnya supaya setiap kali masuk kerumah sendiri, memberi salam kemudian membaca surat Al-Ikhlas tiga kali. Jika rumah kosong tidak ada orang didalam, maka memberi salam kepada Rasulullah SAW kemudian sambil melangkah masuk dibaca tiga kali surat Al-Ikhlas. Laki-laki itupun mengamalkann dengan yakin, alhamdulillah lapang rezekinya, melimpah sampai kepada jiran tetangganya.

12. Pada suatu hari Rasulullah Saw sedang duduk dalam mesjid Madinah. Tiba-tiba datang rombongan mengusung jenazah untuk di shalatkan. Para sahabat mempersilahkan Nabi untuk menyembahyangkannya . Beliau bertanya : ” Apakah mayat ini meninggalkan hutang? Mereka menjawab : ” Ya, benar, dia meninggalkan hutang sebanyak 4 dirham.” Lantas beliau bersabda : ” Saya tidak mau menyembahyangkan mayat yang meninggalkan hutang. Shalatkan kamulah dia.” Pada saat itu Jibrilpun datang seraya berkata : “Hai Muhammad, Allah berkirim salam kepadamu. Dia berfirman : “Aku sudah mengutus Jibril menyamar seperti mayat itu dan sudah melunaskan hutangnya. Tegaklah, shalatkan dia karena dian sudah diampuni Allah dan barangsiapa yang ikut menyembahyangkannya , niscaya diampuni Allah pula dosanya.” Nabi Muhammad Saw pun bertanya : ” Hai Jibril, dari mana dia memperoleh kehormatan ini “? Jibril menjawab :”Dia mendapat kehormatan itu, karena setiap hari membaca seratus kali Qul Huwallahu Ahad.” Didalamnya terdapat keterangan tentang sifat-sifat Allah dan pujian terhadap-Nya” Hadis itu menunjukkan barangsiapa membaca “Qul Huwallahu Ahad” seratus kali dalam sehari, maka Allah akan melunaskan hutangnya sebelum mati.

13. Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya :” Barangsiapa membaca surat Al-Ikhlas pada sakit yang membawa kepada kematiannya, niscaya mayatnya tidak busuk dalam kubur, hadis lain menyatakan tidak terfitnah dalam kuburnya, aman dari kesempitan kuburan, dan para Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melalui titian shirotol mustaqim sampai kesurga.”

14. Menurut hadis Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad 50 kali, niscaya diampuni dosanya lima puluh tahun.”

15. Menurut Hadis Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya ” Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sepuluh kali dibina Allah untuknya satu istana didalam surga. Barangsiapa membacanya 20 kali, dibina Allah untuknya dua istana dalam surga. Barangsiapa membacanya 30 kali maka dibina Allah untuknya tiga istana dalam surga. Umar bin Khattab berkata: ” Ya, Rasulullah, kalau begitu akan banyaklah istana kami dalam surga” Maka Rasulullah Saw bersabda : “Allah lebih lapang (luas) dari pada itu.” Maksudnya, bagi Allah berapapun jumlah istana itu soal mudah.

16. Hadis Anas bin Mali menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sekali, dia diberkati. Barangsiapa membacanya dua kali dia dan keluarganya diberkati. Barangsiapa membacanya tiga kali, dia, keluarga dan jiran tetangganya diberkati. Barangsiapa membacanya 12 kali, dibina Allah untuknya 12 istana didalam surga. Jika dibacanya 100 kali, maka dihapuskan Allah dosanya (dosa kecil) selama 50 tahun, kecuali pertumpahan darah dan harta benda. Jika dibacanya 200 kali, dihapuskan dosanya 100 tahun. Jika dibacanya 1000 kali, niscaya sebelum mati telah dilihat atau diperlihatkan kepadanya tempatnya dalam surga.”

17. Menurut hadis riwayat Ibnu Abbas, Nabi Muhammad Saw bersabda yang maksudnya : “Tatkala saya dalam perjalanan Israk Mi’raj kelangit, saya melihat ‘Arasy ditegakkan atas 360.000 sudut. Jarak dari satu sudut kesudut lainnya, kira-kira 300.000 tahun perjalanan. Dibawah setiap sudut itu terdapat 12.000 padang pasir. Panjang setiap padang pasir itu dari matahari terbit kematahari terbenam. Disetiap padang pasir itu terdapat 80.000 Malaikat membaca Qul Huwallahu Ahad.” Selesai membaca mereka menyatakan :”Ya Tuhan, kami hibbahkan pahala bacaan kami ini kepada setiap orang yang membaca Surat Al-Ikhlas, baik dia laki-laki maupun wanita.” Para sahabat kagum tercengang mendengarnya. Lantas Rasulullah Saw bertanya :”Herankah kamu, sahabat-sahabatku ? Mereka menjawab : ” Ya,benar kami heran.” Beliau melanjutkan :”Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis disayap Jibril. “Allahush Shomad” tertulis disayap Mikail. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis disayap Izrail. “Walam Yakun Lahu kufuan Ahad” tertulis disayap Israfil. Maka barangsiapa diantara ummatku membaca “Qul Huwallahu Ahad” niscaya dikurniai Allah ia pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.” Kemudian beliau bertanya lagi:”Herankah kamu, mendengarnya? . Mereka menjawab:”Ya, benar kami heran.” Lantas beliau bersabda :”Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis di kening Abu Bakar Shiddiq. “Allahush Shomad” tertulis dikening Umar Al-Faruq. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis dikening Usman Zin-Nurain. Dan “Walam Yakun Lahu Kufuan Ahad ” tertulis dikening Ali As-Sakhiy. Maka barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas niscaya dikurniai Allah ia pahala Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.

18. Menurut Hadis Al-Baihaqi, dari Umamah Al-Bahili, bahwa Jibril telah mendatangi Nabi SAW bersama dengan 70.000 Malaikat
di Tabuk Jibril berkata :”Rasulullah, saksikan jenazah Muawiyah dari Tabuk bersama Jibril dan sejumlah Malaikat lain. Kemudian Rasulullah Saw bersabda :” Jibril, apa sebabnya Mu’awiyah beroleh martabat seperti itu.? Jibril menjawab :”Dia memperoleh kehormatan itu, akibat membaca “Qul Huwallahu Ahad setiap hari, sedang berdiri, duduk, ruku’ dan berjalan.”

Demikianlah beberapa kelebihan membaca Qul Huwallahu Ahad. Maka silahkanlah mengamalkannya, dengan ketentuan setiap membacanya, harus dibaca Bismillah. Karena pernah terjadi seorang laki-laki di Mekkah bermimpi, melihat ratusan ekor burung merpati terbang diatas angkasa kota Mekkah, tetapi tak seekorpun berkepala. Keesokan harinya ditanyakannya kepada seorang ahli ta’bir mimpi. Syekh ahli ta’bir mimpi itu menyatakan :”Barangkali anda rajin membaca Qul Huwallahu Ahad, tetapi tidak membaca bismillahirahmanirahim, diawalnya. ”

Bismillahirrahmanir rahim itu hurufnya 19, persis sebanyak Malaikat Zabaniyah penunggu neraka. Barangsiapa rajin membaca Bismillahirrahmanir rahim pada setiap memulai pekerjaan yang dibenarkan agama, niscaya ia terhindar dari ancaman Malaikat Zabaniyah.

Tafsir surat Al-Ikhlas

 

Surah Al-Ikhlas, turun setelah surah An-Nas di Mekah (Makkiyah) terdiri atas 4 Ayat, walaupun hanya empat ayat surah ini mengandung pilar terpenting mengenai da’wah nabi. Yakni penjelasan tentang prinsip tauhid dan mensucikan Allah. Bisakah anda membaca sepertiga Al-Qur’an dalam waktu satu hari? Tentu bisa, dengan membaca surah Al-Ikhlas anda sudah membaca sepertiga Al-Qur’an, hal ini merujuk pada Hadis berikut.

Diriwayatkan dari Abu Darda r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Apakah kalian tidak sanggup membaca sepertiga al-Qura’an dalam satu hari?” Para sahabat menjawab, “Benar wahai Rasulullah, kami tidak sanggup melakukan hal itu.” Rasulullah Saw. bersabda, “Allah Swt. membagi al-Qur’an kepada tiga bagian, dan sepertiganya ada pada surat al-ikhlas.” (HR. Ahmad, Muslim, dan Nasa’i)

Subhanallah, surah al-Ikhlas isinya setara dengan sepertiga al-Qur’an, isi surah al-Ikhlas sama dengan sepertiga Al Qur’an karena surah tersebut khusus membicarakan sifat Allah. Wallahu a’lam.

Surah ini khusus membicarakan sifat Allah, hal ini merujuk pada hadis berikut.

Diriwayatkan oleh Aisyah r.a., bahwa Rasulullah Saw. mengutus seorang laki-laki dalam suatu sariyyah (pasukan khusus yang ditugaskan untuk operasi tertentu). Laki-laki tersebut ketika menjadi imam shalat bagi para sahabatnya selalu mengakhiri bacaan surahnya dengan, “Qul Huwallahu Ahad.” Ketika mereka pulang, disampaikan berita tersebut kepada Rasulullah Saw., maka beliau bersabda, “Tanyakanlah kepadanya kenapa ia melakukan hal itu? “Lalu mereka pun menanyakan kepadanya. ia menjawab, “Karena di dalamnya terdapat sifat Ar-Rahman, dan aku senang untuk selalu membacanya.” Mendengar itu Rasulullah Saw. bersabda, “Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah Ta’ala juga mencintainya.” (HR. Muslim).

Sebab Turunya Surah (Asbabun Nuzul)

Ad-Dahaq meriwayatkan bahwa kaum musyrik pernah mengutus Abir ibnu Tufail menghadap Rasulullah Saw. Amir mengatakan kepada nabi atas nama mereka, “Engkau telah memecahkan tongkat (persatuan) kami, dan engkau telah mencaci tuhan-tuhan kami. Engkau juga telah menentang agama nenek moyangmu sendiri.

Jika engkau merasa miskin, maka kami akan jadikan engkau seorang kaya raya. Dan jika engkau gila, kami akan mengobati. Dan jika engkau mencintai seorang wanita, maka kami akan nikahkan dengannya.” Kemudian nabi Saw. menjawab, “Aku tidak miskin, tidak gila dan tidak mencintai wanita. Aku adalah Rasulullah. Aku mengajak kalian dari penyembahan berhala kepada menyembah Allah.” Kemudian mereka mengutus Amir sekali lagi. Mereka berpesan kepada Amir, “Katakanlah kepada Muhammad : “jelaskanlah Tuhan yang disembahnya! Apakah terbuat dari emas atau perak?” Kemudian Allah menurunkan surah ini.

Penjelasan

1. Qul huwa allaahu ahadun (Katakanlah Dia Allah Satu/Esa)

Katakanlah (hai Muhammad) kepada orang yang bertanya kepadamu mengenai sifat Tuhan, “Allah itu Esa. Maha Suci dari bilangan dan susunan. Sebab, jika Zat itu berbilang, maka berarti Tuhan membutuhkan semua bentuk kumpulan tersebut, sedangkan Allah tidak membutuhkan sesuatu apa pun”.

2. Allaahu alsh:shamadu (Allah tempat meminta)

Allah-lah yang menjadi tempat bergantung semua hamba-hamba-Nya, dan mereka juga menghadapkan dirinya kepada-Nya untuk meminta agar permintaan mereka itu dikabulkan tanpa perantara atau koneksi. Dengan demikian salahlah akidah kaum musyrikin Arab dan agama-agama lain yang menggunakan perantara antara manusia dengan Tuhannya. Mereka minta kepada para perantara (baik masih hidup atau sudah mati) dengan khusyu’ dan merendahkan diri. Mereka berziarah ke kuburan para perantara mereka, seperti khusyu’-nya mereka menghadap Tuhan, bahkan lebih takut dibanding takutnya kepada Tuhan. Naudzubillah…

Al-Amasy mengatakan, “Ash-Shamad adalah Tuan yang sifat ke-Tuanan-Nya telah mencapai batas paling tinggi. “Hasan dan Qatadah mengatakan, “Dia yang kekal. ” Al-Hasan juga mengatakan, “Ash-Shamad, yakni Yang Maha Hidup, Maha Kekal lagi terus-menerus mengurus (Makhluk-Nya). Ar-Rabi bin Anas mengatakan, “Dia adalah Dzat yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.

3. Lam yalid (Allah(tidak beranak))

Surat al-Ikhlas ayat 3 bagian 1Ayat ini merupakan jawaban terhadap kaum musyrik Arab yang menduga bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah. Dan merupakan bantahan bagi umat Nasrani yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih itu anak Allah.

Bacalah QS. As-Saffat (37) ayat 149-152 berikut :

Surat as-Saffat ayat 149

Surat as-Saffat ayat 150

Surat as-Saffat ayat 151Surat as-Saffat ayat 152

 

 

 

 

“Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), “Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak laki-laki? (149) Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)? (150) Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan, (151) “Allah mempunyai anak.” Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta, (152)

4. walam yuuladu (dan tidak diperanakkan)

Surat al-Ikhlas ayat 3 bagian 2Ayat ini merupakan jawaban bagi orang-orang Nasrani yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah anak Allah. Dan merupakan bantahan bagi kaum Yahudi yang mengatakan ‘Uzair adalah anak Allah.

Jika Allah itu diperanakkan, berarti Allah sama dengan makhluknya dimana dalam ayat selanjutnya disebutkan bahwa “Tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia (Allah)”, jika Allah diperanakkan berarti Allah itu tadinya tidak ada menjadi ada.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia mengatakan bahwa tafsir ayat ini ialah : Allah tidak melahirkan seperti Maryam. Dan tidak dilahirkan seperti Isa dan ‘Uzair.

Allah tidak memiliki anak dan juga tidak memiliki Ibu yang melahirkan, dan Allah juga tidak mempunyai teman atau sahabat, Allah adalah Dzat yang tidak membutuhkan teman, dalam surah lain disebutkan : “Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. al-An’am :101)

5. walam yakun lahu kufuwan ahadun (Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia)

Tidak ada yang menyamai Allah. Ayat ini merupakan jawaban terhadap keyakinan orang-orang bodoh yang beranggapan bahwa Allah itu ada yang menyamai-Nya. Keyakinan seperti ini juga dianut oleh kaum musrikin Arab yang mengatakan bahwa malaikat adalah sekutu Allah.

D. Kesimpulan

Surah al-Ikhlas mengandung nilai sanggahan terhadap keyakinan kaum musyrik dengan keyakinannya. Allah mensucikan diri-Nya dari berbagai sifat yang menjadi keyakinanan kaum musyrik melalui firman-Nya : “Allahu Ahad“.

Isi dari surah al-Ikhlas sama dengan sepertiga al-Qur’an, dan juga memiliki keistimewaan karena surah ini khusus membahas sifat Allah,

Allah juga mensucikan diri-Nya dari segala bentuk kebutuhan dengan firman-Nya “Allahus-Samad“. Allah juga mensucikan diri-Nya dari hal-hal yang baru dan berawal mula melalui firman-Nya “Lam Yalid“. Allah mensucikan diri-Nya pula dari segala bentuk rupa yang sejenis atau serupa dengan-Nya melalui firman-Nya “Wa Lam Yulad“. Allah juga mensucikan diri dari adanya sekutu melalui firman-Nya “Lam Yakun Lahu Kufuwan Ahad.

Hal yang harus teman-teman perhatikan tentang surat Al-Ikhlas !

Makna al-Ikhlas 1/3 al-Quran

Dalam al-Quran, ada tiga pembahasan pokok:

[1] Hukum, seperti ayat perintah, larangan, halal, haram, dst.

[2] Janji dan ancaman, seperti ayat yang mengupas tentang surga, neraka, balasan, termasuk kisah orang soleh dan kebahagiaan yang mereka dapatkan dan kisah orang jahat, berikut kesengsaraan yang mereka dapatkan.

[3] Berita tentang Allah, yaitu semua penjelasan mengenai nama dan sifat Allah.

Karena surat al-Ikhlas murni membahas masalah tauhid, bercerita tentang siapakah Allah Taala, maka kandungan makna surat ini menyapu sepertiga bagian dari al-Quran.

Kita simak keterangan al-Hafidz Ibnu Hajar,

Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Senilai sepertiga al-Quran” dipahami sebagian ulama sesuai makna dzahirnya. Mereka menyatakan, bahwa surat al-Ikhlas senilai sepertiga dilihat dari kandungan makna al-Quran. Karena isi Quran adalah hukum, berita, dan tauhid. Sementara surat al-Ikhlas mencakup pembahasan tauhid, sehingga dinilai sepertiga berdasarkan tinjauan ini. (Fathul Bari, 9/61)

Penjelasan kedua,Bahwa isi quran secara umum bisa kita bagi menjadi 2:

[1] Kalimat Insya (non-berita): berisi perintah, larangan, halal-haram, janji dan ancaman, dst.

[2] Kalimat khabar (berita): dan berita dalam al-Quran ada 2:

[a] Berita tentang makhluk: kisah orang masa silam, baik orang soleh maupun orang jahat.

[b] Berita tentang khaliq: penjelasan tentang siapakah Allah, berikut semua nama dan sifat-Nya.

Mengingat surat al-Ikhlas hanya berisi berita tentang Allah, maka surat ini menyapu sepertiga makna al-Quran.

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,

Surat al-Ikhlas senilai 1/3 al-Quran, karena isi al-Quran ada 2: khabar dan Insya. Untuk Insya mencakup perintah, larangan, dan perkaran mubah. Sementara khabar, di sana ada khabar tentang kkhaliq dan khabar tentang ciptaan-Nya. Dan surat al-Ikhlas hanya murni membahas khabar tentang Allah. (Fathul Bari, 9/61)

Pahalanya Senilai Membaca 1/3 al-Quran

Allah dengan rahmat dan kasih sayang-Nya memberikan pahala ibadah kepada hamba-Nya dengan nilai yang beraneka ragam. Ada ibadah yang diberi nilai besar dan ada yang dinilai kecil. Sesuai dengan hikmah Allah. sehingga, umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang usianya relatif pendek, bisa mendapatkan pahala besar tanpa harus melakukan amal yang sangat banyak.

Umat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam diberi oleh Allah lailatul qadar, yang nilainya lebih baik dari pada 1000 bulan. Ada juga masjidil haram, siapa yang shalat di sana dinilai 100.000 kali shalat. Kemudian surat al-Ikhlas, siapa membacanya sekali, dinilai mendapatkan pahala membaca 1/3 al-Quran.

Dan Allah Maha Kaya untuk memberikan balasan apapun kepada hamba-Nya sesuai yang Dia kehendaki.

Senilai dalam Pahala BUKAN Senilai dalam Amal

Kami ingatkan agar kita membedakan antara al-Jaza dengan al-ijza.Al-jaza () artinya senilai dalam pahala yang dijanjikan. Al-Ijza () artinya senilai dalam amal yang digantikan.Membaca surat al-Ikhlas mendapat nilai seperti membaca 1/3 al-Quran maknanya adalah senilai dalam pahala (al-Jaza). Bukan senilai dalam amal (al-Ijza).

Sehingga, misalnya ada orang yang bernadzar untuk membaca satu al-Quran, maka dia tidak boleh hanya membaca surat al-Ikhlas 3 kali, karena keyakinan senilai dengan satu al-Quran. Semacam ini tidak boleh. Karena dia belum dianggap membaca seluruh al-Quran, meskipun dia mendapat pahala membaca satu al-Quran.

Sebagaimana ketika ada orang yang shalat 2 rakaat shalat wajib di masjidil haram. Bukan berarti setelah itu dia boleh tidak shalat selama 50 puluh tahun karena sudah memiliki pahala 100.000 kali shalat wajib.Benar dia mendapatkan pahala senilai 100.000 kali shalat, tapi dia belum disebut telah melaksanakan shalat wajib selama puluhan tahun itu.

Berbeda dengan amal yang memenuhi al-Ijza, seperti jumatan, yang dia menggantikan shalat dzuhur. Sehingga orang yang shalat jumatan tidak perlu shalat dzuhur. Atau orang yang tayammum karena udzur, dia tidak perlu untuk wudhu, karena tayammum senilai dengan amalan wudhu bagi orang yang punya udzur.

Syaikhul Islam mengatakan,

: Al-Quran, dibutuhkan manusia keterangan mengenai perintah, larangan, dan semua kisahyang ada, meskipun tauhid menjadi kajian paling penting dari semua itu. Ketika seseorang butuh untuk mengetahui perintah dan larangan dalam masalah perbuatan, dan butuh untuk merenungi setiap kisah, janji dan ancaman, maka kajian lainnya tidak bisa menutupi kebutuhan dia pada itu semua. Kajian tauhid tidak bisa menggantikan kajian perintah dan larangan, demikian pula masalah kisah, tidak bisa menggantika perintah dan larangan atau sebaliknya. Namun semua yang Allah turunkan bermanfaat bagi manusia dan dibutuhkan mereka semua.

Lalu beliau mengatakan,

Jika seseorang membaca surat al-Ikhlas, dia mendapat pahala senilai pahala sepertiga al-Quran. Namun bukan berarti pahala yang dia dapatkan sepadan dengan bentuk pahala untuk ayat-ayat Quran yang lainnya. Bahkan bisa jadi dia butuh bentuk pahala dari memahami perintah, larangan, dan kisah al-Quran. Sehingga surat al-Ikhlas tidak bisa menggantikan semua itu. (Majmu al-Fatawa, 17/138).Allahu alam.

Itulah beberapa informasi mengenai, surat Al-Ikhlas dari berbagai sumber.

sumber referensi :

  • https://temonsoejadi.wordpress.com
  • http://www.inilah.com/
  • https://muridguru.com/

Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman sesama umat muslim. Wassalam.

About the author

ACHMAD. Rudy Firdaus

Administrator

Siapa saya? Saya pendiri Imam Firdaus Blog hanyalah seseorang yang Hobi dalam aktivitas Nge Blog, dan juga hobi otak-atik Website, walaupun tidak jelas tapi saya ingin menjadi seseorang yang bermanfaat :D .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

You might also reading...

Creation-01 New Hero Castle Clash

Creation-01 Pahlawan Hero Terbaru Castle Clash

Read More